Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga memaparkan bahwa Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat penetapan dan pelestarian cagar budaya serta Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Dari keseluruhan WBTB yang telah ditetapkan, sekitar 10–20% di antaranya merupakan kuliner. Selain itu, Indonesia juga sedang mengusulkan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO. Lebih lanjut, dirinya juga sampaikan bahwa langkah tersebut perlu diiringi dengan penguatan strategi komunikasi publik agar memiliki daya jangkau luas.

“Yang kita perlukan adalah diseminasi narasi dan informasi, maka itu perlu berkolaborasi dengan media. Revitalisasi sudah dilaksanakan, namun perlu narasi untuk menuangkannya sebagai campaign. Selain ada narasi dan literasi bagi orang Indonesia sendiri, juga diperlukan bagi masyarakat internasional,” tekan Fadli Zon.
Menutup diskusi, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya penguatan cerita rakyat sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kementerian Kebudayaan sedang mengumpulkan cerita-cerita rakyat untuk dilakukan digitalisasi.
