Menurut Brigjen Pol Faizal, kepadatan lalu lintas selama periode mudik merupakan kondisi yang tidak terhindarkan. Jutaan masyarakat melakukan perjalanan dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga potensi kepadatan di sejumlah ruas jalan dapat terjadi.
“Lebih baik perjalanan sedikit lebih lambat tetapi selamat sampai tujuan daripada memaksakan kecepatan yang berisiko menimbulkan masalah,” kata Brigjen Pol Faizal.
Ia juga menjelaskan bahwa Operasi Ketupat untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran akan dimulai pada 13 Maret pukul 00.00 WIB dan berlangsung hingga 25 Maret. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan hingga 29 Maret.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polri mengerahkan sekitar 317.666 personel yang disiagakan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sebanyak 2.756 pos turut disiapkan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu.
Brigjen Pol Faizal menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik memerlukan dukungan berbagai pihak. Sinergi antara aparat, pemangku kepentingan, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.
