Polisi mengungkap hubungan keduanya telah bermasalah sejak Oktober 2025. Bahkan, keluarga korban sebelumnya sudah meminta pelaku untuk menceraikan korban, namun tidak pernah dipenuhi.
Terdapat perbedaan versi terkait status hubungan mereka. Pelaku mengklaim masih memiliki ikatan, sementara pihak keluarga menyebut keduanya telah berpisah. Polisi akan mendalami hal ini lebih lanjut dengan memeriksa keluarga korban setelah masa berkabung.
Setelah kejadian, pelaku berusaha melarikan diri menuju Sumatera tanpa tujuan yang jelas. Namun, upaya tersebut gagal setelah polisi berhasil mengamankannya keesokan harinya di dalam bus.
Saat ditangkap, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Sementara itu, barang bukti berupa senjata yang digunakan ditemukan di lokasi kejadian, tersimpan di atas tumpukan sepatu.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. (bam)
