Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Sumber lain menyebutkan dua drone tambahan diduga menyerang di atau dekat kawasan diplomatik itu.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah memulai operasi untuk menargetkan apa yang mereka sebut sebagai “pusat-pusat politik Amerika” di kawasan.
Dalam pernyataan di Telegram, IRGC menyebut ledakan di kompleks diplomatik AS di Riyadh sebagai bagian dari langkah tersebut.
“Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini,” tulis IRGC di Telegram. (far)
