Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, menyebut momentum ini menjadikan Prambanan bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang spiritual yang hidup.
“Ini bukan sekadar destinasi, tapi juga pusat peribadatan yang harus dijaga nilai kesakralannya,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengelolaan situs budaya kini tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman dan penghormatan terhadap tradisi lokal.
Menariknya, keputusan penutupan ini datang tepat di masa menjelang arus wisata Lebaran yang diprediksi meningkat. Pengelola memperkirakan lebih dari 391 ribu wisatawan akan mengunjungi sejumlah destinasi di bawah naungan mereka, termasuk Candi Borobudur, Candi Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah.
Lonjakan tersebut diproyeksikan naik sekitar 3–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, memastikan kesiapan infrastruktur tetap menjadi prioritas setelah Nyepi berakhir. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan kapasitas parkir serta rekayasa lalu lintas bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah.
