Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Wakil Ketua Umum Festival Imlek Nasional Stella Christie menyoroti pentingnya ruang-ruang kebudayaan sebagai sarana edukasi publik untuk memahami sejarah kebhinekaan dan kontribusi lintas budaya dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Identitas bangsa Indonesia dibentuk bersama melalui proses panjang akulturasi. Banyak unsur budaya yang kita kenal hari ini lahir dari perjumpaan berbagai budaya, termasuk kontribusi masyarakat Tionghoa dalam sejarah, bahasa, kuliner, hingga perjuangan kebangsaan,” ujar Stella Christie.
Melalui Parade Imlek Nusantara 2026, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjadikan perayaan budaya tidak hanya sebagai ruang pemersatu dan penguatan nilai kebhinekaan, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kolaborasi, gotong royong, dan keberagaman.
Turut menyaksikan Parade Imlek Nusantara 2026 sejumlah pejabat dan tokoh nasional, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Ketua Pelaksana Festival Imlek Nasional Jago Anggara.
