Parade Imlek Nusantara menampilkan arak-arakan budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dan Nusantara, mulai dari polisi berkuda dan polisi wanita, mobil hias dan art troupe, naga liong dan barongsai, drum band, Koko Cici Jakarta, Bedug Yudha Asri, pertunjukan wushu dan pencak silat, jaran kepang, hingga ondel-ondel.
Parade diawali dengan Long March dari kawasan Gereja Katedral Jakarta menuju Lapangan Banteng dan dibuka secara simbolis melalui pukulan bedug oleh perwakilan lintas unsur. Berbagai daerah, termasuk Pontianak, Surakarta, Medan, dan Semarang, berpartisipasi aktif sebagai peserta parade, menampilkan pertunjukan seni Tionghoa yang dikolaborasikan dengan budaya lokal Nusantara sepanjang jalur parade.
Wamen Ekraf Irene sebagai Ketua Festival Imlek Nasional menambahkan bahwa pemilihan kawasan parade yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi, sekaligus penegasan bahwa keberagaman merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa di Indonesia.
