Apalagi, sambungnya lagi sudah menjadi rahasia umum pengelolaan sampah di Jakarta sangat amburadul. Dalam hal Tempat Penampungan Sementara (TPS), sampah kerap meluber hingga ke badan jalan yang menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi penyakit dan kemacetan jalan.
Ditambah, kata Bun lagi persoalan klasik seperti keterlambatan pengangkutan, minimnya armada, hingga lemahnya pengawasan dinilai terus berulang tanpa solusi sistemik.
“Keberadaan Pansus akan mengkaji transparansi penggunaan anggaran pengelolaan sampah.
Menelusuri potensi kelalaian atau pemborosan anggaran.
Merumuskan rekomendasi kebijakan jangka pendek dan panjang,” katanya.
Dikhawatirkan Bun, tanpa adanya langkah tegas dan terukur, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi bom waktu ekologis dan sosial bagi Jakarta.
“Momentum ini dinilai tepat bagi DPRD untuk mengambil peran lebih kuat dalam fungsi pengawasan, demi memastikan pengelolaan sampah ibu kota berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga,” beber anggota dewan yang akrab disapa Bon Jovi itu.
