Dalam perjalanan, korban mulai menyadari bahwa lingkungan sekitar tidak dikenali. Jalan yang dilalui tampak sepi, dengan pepohonan dan minim penerangan.
Pelaku kemudian menghentikan motor di pinggir jalan dan membawa korban ke area rerumputan yang gelap dan jauh dari keramaian. Di lokasi tersebut, pelaku sempat mengajak korban untuk melakukan hubungan intim, namun ditolak.
Situasi kemudian berubah menjadi tindakan pemaksaan. Meski korban menolak, pelaku terus mendesak hingga akhirnya diduga melakukan pemerkosaan. Dalam kondisi tertekan, korban dilaporkan ketakutan dan menangis.
Usai kejadian, korban meminta diantar kembali ke penginapannya. Pelaku menyanggupi, namun di tengah perjalanan ia meminta meminjam ponsel korban dengan alasan untuk navigasi.
“Pelaku berkata ‘I need to borrow your phone for guide’ dan korban memberikan iPhone 14 miliknya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan,” jelasnya.
Sekitar pukul 06.00 Wita, korban tiba di penginapan. Pelaku kembali mencoba mengajak korban berhubungan intim, namun kembali ditolak. Dalam kondisi tertekan, korban memberikan uang Rp150 ribu agar pelaku segera pergi.
