Pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). Fasilitas ini memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari atau hampir 70% timbulan sampah Kota Surabaya. Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo menggunakan teknologi Fermentasi Gas (Landfil Gas Power Plant) berkapasitas 1,65–2 MW serta Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW, sehingga total menghasilkan 11 MW listrik. Energi tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dalam sesi Eco-Deep Dive di PLTSA Benowo, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai proses pengolahan sampah menjadi energi. Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi air layak pakai, energi listrik, hingga kompos. “Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.
