Dilaporkan di lokasi, kondisi trotoar terlihat baru saja dipasang dengan konblok yang tidak seragam arah pemasangannya.
Sebagian blok dipasang memanjang, sedangkan sebagian lainnya melintang, sehingga pola trotoar terlihat tidak rapi dan berbeda arah.
Selain itu, ukuran blok yang digunakan terlihat cukup besar dan tebal, menyerupai bata ringan (hebel), bukan seperti paving block pada umumnya.
Permukaannya juga tampak datar dengan sambungan yang cukup lebar di beberapa bagian.
Di sisi kiri trotoar terlihat pagar seng dan sebuah balok kayu panjang yang diletakkan di atas trotoar.
Beberapa blok juga tampak tidak rata dan sedikit terangkat, menimbulkan kesan pemasangan yang kurang presisi.
Camat Kebayoran Lama, Mustofa, membenarkan penggunaan hebel tersebut. Menurut dia, material lama diganti karena rusak saat pembongkaran.
“Material yang digunakan untuk pengganti paving yang dibongkar adalah dengan hebel,” kata Mustofa.
Kendati berbeda material, trotoar tetap dapat digunakan.
“Untuk penggantian paving block lama ke hebel secara fungsi dan estetika trotoar sudah rata dan kembali bisa digunakan pengguna jalan,” tukasnya.
