Trump sendiri tidak memberikan kepastian apakah rencana tersebut akan direalisasikan. “Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.
Menanggapi ancaman tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan kesiapan tempur total.
“Pasukan kami sedang menunggu tentara Amerika memasuki wilayah tersebut,” tegasnya, dikutip kantor berita Tasnim.
Pernyataan Trump ini langsung mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga USD115 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menembus angka USD100.
Secara teknis, Pentagon dilaporkan telah menyiagakan sekitar 3.500 personel tambahan ke kawasan tersebut, termasuk pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82.
Meski Trump mengklaim adanya upaya diplomasi dan pertemuan dengan pihak Iran pekan lalu, Teheran membantah adanya interaksi langsung dan menyebut klaim tersebut sebagai taktik AS untuk menekan harga energi. (far)
