IPOL.ID — Fenomena langit berwarna merah pekat muncul di sejumlah wilayah Australia Barat setelah badai yang dipicu oleh Siklon Tropis Narelle melanda kawasan tersebut pada akhir Maret 2026. Peristiwa langka ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, termasuk platform X.
Dalam rekaman yang beredar, sebagaimana diposting akun centang biru X @insidefolkative menjelaskan pada Ahad (29/03/2026) bahwa langit di wilayah Shark Bay hingga Denham tampak berubah drastis menjadi merah darah. Hal ini menciptakan suasana mencekam yang oleh sebagian warga disebut menyerupai kondisi “apokaliptik”. Siang hari terlihat seperti senja gelap akibat intensitas warna merah yang mendominasi langit.
Fenomena tersebut terjadi ketika angin kencang dari siklon mengangkat debu dalam jumlah besar ke atmosfer. Debu tersebut diketahui mengandung partikel kaya zat besi dari tanah kering di wilayah Australia Barat, khususnya kawasan Pilbara yang dikenal sebagai daerah pertambangan bijih besi.
Badan meteorologi setempat menjelaskan, kombinasi antara kondisi tanah yang kering, kecepatan angin tinggi, serta komposisi tanah menjadi faktor utama perubahan warna langit tersebut. Partikel debu yang beterbangan di udara berfungsi seperti filter alami yang menyaring cahaya matahari.
