Akibatnya, gelombang cahaya dengan panjang lebih besar seperti merah dan oranye menjadi lebih dominan, sementara warna lain seperti biru terserap atau tersebar. Kondisi ini semakin terlihat dramatis saat terjadi pada waktu pagi atau sore hari ketika sudut cahaya matahari lebih rendah.
Selain mengubah warna langit, badai ini juga membawa dampak signifikan di sejumlah wilayah. Angin kencang dengan kecepatan tinggi dilaporkan menyebabkan gangguan infrastruktur, termasuk pemadaman listrik dan kerusakan fasilitas umum di beberapa kota terdampak seperti Exmouth.
Meski terlihat ekstrem, para ahli menegaskan bahwa fenomena langit merah akibat badai debu bukanlah hal yang sepenuhnya baru di Australia. Wilayah dengan kondisi kering dan tanah kaya mineral memang rentan mengalami peristiwa serupa, terutama saat terjadi sistem cuaca ekstrem.
Dalam waktu sekitar dua hari, kondisi langit dilaporkan kembali normal. Namun, sisa debu masih menutupi berbagai area permukiman, sehingga warga harus melakukan pembersihan intensif.
