Gerobak-gerobak yang ada di sana, lanjut dia, harus tetap mengangkut sampah rumah tangga warganya.
“Kalau tidak seperti itu, warga akan protes karena sampah di lingkungan enggak diangkut,” ujar Ninu sambil melihat ke arah tumpukan sampah.
Menurut dia, informasi dari para sopir truk bahwa kendaraan yang sudah terisi oleh sampah belum bisa dibongkar.
Hal ini yang menjadi kendala karena armada truk tidak bisa kembali mengangkut sampah baru.
“Jadi truk itu juga masih nunggu informasi dari Dinas LH apakah boleh dibongkar atau tidaknya,” ujarnya.
Ninu pun sudah melaporkan keadaan ini ke Lurah Pondok Kopi untuk segera mencari solusi agar tidak semakin menumpuk sampahnya.
Dia telah mengingatkan warganya agar tidak membuang sampah sementara waktu ke lokasi supaya tidak mencegah semakin tingginya gunung sampah.
“Tapi kondisi seperti ini tidak ada yang bisa mencegahnya. Kami juga sudah memberikan pengertian kepada warga yang merasa terganggu karena satu-satunya tempat hanya di sini,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
