IPOL.ID- Nahas seorang bocah berusia 9 tahun di Kota Probolinggo diduga menjadi korban kekerasan oleh guru ngajinya sendiri. Peristiwa yang terjadi di sebuah musala itu kini tengah ditangani aparat kepolisian setelah korban mengadu kepada orang tuanya.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak kembali mencuat. Kali ini menimpa MFR (9), warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Ia diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh guru ngajinya berinisial S.
Peristiwa tersebut terungkap pada Kamis (19/3/2026), usai korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ayah, Sulaiman (42), setelah berbuka puasa.
Menurut penuturan Sulaiman, anaknya mengaku dibanting oleh oknum ustaz tersebut. Bahkan, korban juga menunjukkan rekaman video yang memperlihatkan kejadian tersebut.
“Anak saya cerita habis buka puasa. Katanya dibanting, terus ada videonya. Setelah ditunjukkan, saya kaget karena terlihat cukup keras,” ujar Sulaiman.
Mengetahui hal itu, keluarga langsung meminta klarifikasi kepada pihak musala. Pelaku disebut mengakui perbuatannya, namun berdalih tindakan tersebut dipicu emosi setelah korban secara tidak sengaja menggores mobil milik kiai pengasuh musala.
