Menariknya, dalam video tersebut, salah satu bocah bahkan menyebut nama Dedi Mulyadi. Ia berharap sosok pemimpin yang dianggap responsif seperti itu bisa hadir, meski hanya sementara, untuk memperbaiki kondisi jalan di daerah mereka.
“Entah percuma jadi gubernur, mending Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan,” celetuknya.
Aksi spontan para bocah ini pun langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang memuji keberanian mereka dalam menyampaikan kritik serta menilai hal tersebut sebagai cerminan keresahan masyarakat di daerah pelosok.
Komentar dukungan pun membanjiri unggahan video tersebut. Salah satunya dari akun auntylenskitchen yang menulis, “Anak-anak cerdas sudah mulai bisa menilai kerja gubernurnya.”
Fenomena ini menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan, khususnya infrastruktur dasar di wilayah pedalaman. Hingga kini, video tersebut terus beredar dan menjadi sorotan publik, sekaligus harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan di Kecamatan Sepauk.(Vinolla)

