Ia menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi mentah sebenarnya merupakan bagian dari konsep menu yang dirancang untuk mempertahankan kandungan gizi ikan.
“Lele yang digunakan adalah lele marinasi mentah. Tujuannya agar kandungan gizi tetap terjaga dan tidak rusak akibat proses pemanasan berulang,” kata Fikri.
Menurutnya, berdasarkan uji coba yang dilakukan di dapur produksi, lele marinasi tersebut dapat bertahan hingga satu hari dalam kondisi layak konsumsi.
Namun demikian, Fikri membantah adanya ikan lele yang masih hidup saat paket didistribusikan ke sekolah.
“Saya sudah mengecek langsung ke peternak lele. Semua ikan dalam kondisi sehat saat diproses. Tidak benar jika disebut masih hidup ketika sampai di sekolah,” ujarnya.
Insiden di Pamekasan ini menambah daftar keluhan terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Sebelumnya, wali murid di Banyuwangi juga melaporkan menemukan buah busuk dan berbelatung dalam paket makanan yang diterima siswa.
Kasus ini pun memunculkan kembali pertanyaan publik mengenai standar kualitas, pengawasan distribusi, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi bagi siswa di berbagai daerah.
