Andrianto menekankan bahwa penguatan struktur direksi bukan sekadar urusan operasional bisnis, melainkan mandat untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance). Tim yang solid di level atas akan memastikan setiap kebijakan investasi dan pemanfaatan aset melalui proses pengawasan internal yang berlapis.
“Kepemimpinan yang tunggal atau tidak lengkap berisiko menciptakan titik buta (blind spot) dalam pengawasan. Jika jajaran direksi lengkap dan memiliki chemistry yang kuat, maka transparansi dalam setiap proyek strategis, mulai dari pengadaan hingga pembiayaan, akan lebih terjamin,” jelasnya.
Lebih lanjut, LPMAK mendorong agar penguatan nakhoda di Sarana Jaya mengedepankan aspek profesionalisme dan rekam jejak yang bersih. Hal ini penting agar kepercayaan publik dan investor terhadap BUMD Jakarta tetap terjaga, terutama dalam mendukung target Jakarta sebagai kota global.
Menurut Andrianto, ada beberapa poin krusial yang harus menjadi fokus tim manajemen baru.
