Pertama, kata dia optimalisasi aset dengan memastikan aset-aset daerah dikelola secara produktif dan bebas dari konflik kepentingan. Kedua, mitigasi risiko, yakni dengan membangun sistem deteksi dini terhadap potensi penyimpangan anggaran dalam proyek pembangunan dan
melakukan tansformasi budaya kerja, diimplementasikan menciptakan lingkungan kerja yang menempatkan integritas sebagai nilai tertinggi perusahaan.
“Kami dari LPMAK menekankarn bahwa Sarana Jaya harus menjadi role model bagi BUMD lain dalam hal akuntabilitas. Dengan tim kepemimpinan yang kokoh dan berintegritas, kami optimis Sarana Jaya tidak hanya akan memberikan keuntungan finansial bagi daerah, tetapi juga marwah pembangunan yang bersih dari praktik korupsi,” tutup Andrianto.(Sofian)
