IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) terus memperkuat pemahaman pola cuaca ekstrem di wilayah tropis Indonesia melalui penggunaan teknologi observasi mutakhir.
Dalam sebuah workshop virtual yang bertajuk “Understanding Tropical Precipitation Systems Through Integrated Radar and Satellite Observations” yang digelar pada akhir Maret kemarin, Peneliti Ahli Madya PRIMA BRIN, Wendy Harjupa, memaparkan hasil riset mengenai struktur awan dan hujan di wilayah Indonesia.
Pemaparan tersebut mengangkat judul spesifik “Warm Rain Dynamics and Microphysical Variability During the Winter Monsoon Over Ocean and Land, and Their Future Changes in West Java, Indonesia.” Riset ini membahas bagaimana dinamika hujan panas (warm rain) dan keanekaragaman mikrofisika terjadi selama musim monsun dingin, baik di atas wilayah lautan maupun daratan di Jawa Barat.
Wendy menjelaskan bahwa sistem presipitasi di wilayah tropis kepulauan Indonesia memiliki struktur yang sangat kompleks. Menurutnya, interaksi fisik di dalam awan tersebut seringkali sulit dipahami secara akurat jika hanya mengandalkan pemodelan standar tanpa dukungan data radar yang mendetail.
“Sistem presipitasi tropis memiliki tantangan ilmiah yang signifikan karena strukturnya yang kompleks. Tanpa data radar yang presisi, kita akan kesulitan memahami interaksi fisik di balik fenomena hujan yang terjadi di wilayah Indonesia”, ungkapnya dalam sesi teknis tersebut.
Dalam risetnya, Wendy menggunakan strategi integrasi antara data observasi lapangan dan teknologi radar darat. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan perspektif komplementer (pelengkap) terhadap estimasi data satelit yang selama ini digunakan. Melalui sinergi ini, peneliti dapat memetakan karakteristik butiran hujan dan dinamika awan secara lebih nyata untuk memprediksi perubahan pola hujan di masa depan.
Kolaborasi riset tantara PRIMA-BRIN dan Nagoya University Jepang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemodelan prediksi cuaca di Indonesia. Target akhirnya adalah menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta menerjemahkan hasil riset menjadi strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang aplikatif bagi masyarakat luas. (ahmad)
