“Aku tidak pernah menjanjikan dan teman-temannya dia aku tahu aku orangnya gak suka janji. Jadi ketika ada aku langsung kasih gitu lho,” ujarnya.
Lankit untuk terkait dugaan pemalsuan dokumen pernikahan siri, Rey mengaku tidak mengetahui proses pengeditan atau pembuatan dokumen yang dipersoalkan. Ia menyebut hanya diminta untuk berfoto dengan latar belakang hijau tanpa memahami proses selanjutnya.
“Baru bangun tidur disuruh foto, foto terus background-nya warna hijau, akhirnya semua ngeprint-ngeprint terus nggak tahu dieditnya enggak paham pakai aplikasi mana dieditnya, terjadilah foto KTP itu,” tuturnya.
Hal serupa juga disampaikan Rey terkait surat-surat pernikahan lainnya. Ia mengaku tidak mengetahui proses pembuatannya.
“Nggak tahu tiba-tiba sudah ada surat-suratnya, harusnya dapat dari mudin. Karena kan ada saudaraku yang meninggal, dia orangnya kejawen banget harus nikah dan segala macam enggak paham. Terus datang malam-malam sama mama ke ak mudin, katanya nggak perlu, tahu-tahu tetangganya punya print-printnan itu, tiba-tiba ada tetangganya yang tahu identitasku ngasih lembaran itu suruh nama itu. Yang ngasih itu Intan,” ujarnya.
