Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata dari kerja panjang dan konsisten dalam mendorong internasionalisasi PTKIN.
“Prestasi ini adalah bentuk real dari rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini kita lakukan—mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan—telah mendapatkan pengakuan dunia,” ungkap Suyitno di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh berhenti sebagai capaian simbolik semata, tetapi harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.
“Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga kehadirannya semakin dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia,” sebutnya.

