
Semangat kolaborasi juga ditiupkan oleh tuan rumah, Edi Suharsongko. Sosok yang menjabat sebagai Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel sekaligus Ketua Yayasan Az Zahra ini menawarkan langkah konkret. Ia menyatakan kesiapan institusinya untuk mendampingi masjid-masjid dalam urusan administratif maupun teknis, mulai dari urusan ID masjid hingga kalibrasi arah kiblat.
Sentilan Sampah dari Wali Kota
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, yang hadir di tengah jamaah, tak sekadar melempar senyum dan apresiasi atas ketertiban warga selama Idul Fitri. Di balik podium, ia menyelipkan isu krusial yang tengah mengepung kota satelit ini: persoalan sampah.
Benyamin memotret realitas pahit tentang 1.000 ton sampah per hari yang dihasilkan warga Tangsel. Ia mengungkapkan ambisi pemerintah kota untuk menggandeng pihak ketiga dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). “Investasinya cukup besar, dan saat ini kita sedang mengikuti proses pelelangan,” kata Benyamin, menegaskan bahwa kenyamanan ibadah warga juga harus berbanding lurus dengan kelestarian lingkungan.
