Renungan di “Injury Time”
Nuansa spiritual mencapai puncaknya saat Ustadz Andian Parlindungan naik ke mimbar. Dengan gaya retorika yang memikat, ia membedah filosofi waktu melalui kacamata Surat Al-Ashr.
Andian mengibaratkan usia manusia saat ini berada di “waktu ashar”—sebuah masa yang sudah mendekati ujung hari atau injury time. “Ibarat lahir di fajar dan kematian menunggu di maghrib, posisi kita sekarang sudah di waktu ashar,” tuturnya retoris. Ia mengingatkan jamaah agar tidak menjadi golongan yang merugi dengan abai terhadap sedekah dan amal saleh. “Kita harus segera kembali kepada Allah dengan cara bertaubat.”

Pesannya sederhana, bahkan mungkin sudah sering didengar: manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran. Namun seperti banyak nasihat yang baik, kesederhanaannya justru menyimpan kedalaman.
