Warga sekitar toko obat, Darwin mengungkapkan, dirinya melihat ada penggerebakan di lokasi tersebut dan mengakui peredaran obat keras sangat meresahkan warga setempat.
“Toko ini sudah lama berjalan, tapi tadi penjaga tokonya tiba-tiba enggak ada, yang ada hanya dua orang pembeli yang ditangkap,” ujar Darwin, Minggu malam.
Menurut dia, pemilik atau penjualnya kabur melalui pintu belakang ketika melihat ada aparat kepolisian datang.
Darwin sebagai pengurus RT setempat sudah berulang kali memperingatkan toko tersebut agar tutup supaya tidak jual obat telarang.
“Tapi mereka tidak pernah menuruti permintaan kami, semoga setelah digerebek tokonya tutup selamanya,” tegas Darwin.
Dia menambahkan, para pembeli obat di sana rata-rata bukan warga sekitar tetapi dari luar wilayah seperti pengamen maupun anak jalanan.
Dia tidak menampik, jika toko tersebut tetap buka maka bakal banyak anak-anak generasi penerus bangsa terkontaminasi dan menjadi pelaku kejahatan maupun tawuran.
“Kami berharap, kepada masyarakat supaya memberikan informasi apabila ada transaksi obat terlarang,” tegasnya.
