Pada gelombang pertama, Praja IPDN yang diterjunkan menghadapi lokasi penanganan bencana yang cukup berat karena diterjunkan pada fase awal pemulihan. Tugas utama mereka saat itu fokus pada pembersihan lumpur di wilayah perkantoran pemerintahan karena berhenti total terdampak bencana.
Di gelombang kedua, Praja IPDN yang diterjunkan difokuskan pada pembersihan lumpur di wilayah lingkungan masyarakat serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
Tito mengungkapkan, praja IPDN yang diterjunkan gelombang ketiga ditargetkan membersihkan 42 titik selama sebulan yang terdiri dari 10 rumah, 22 drainase, 7 jalan, serta 3 fasilitas sosial dan fasilitas umum. Namun, jika target selesai dalam waktu kurang dari sebulan, maka praja IPDN akan dialihkan ke titik lain yang masih penuh lumpur di lingkungan pemukiman masyarakat.
“Kalau lebih cepat mereka akan digeser ke tempat lainnya yang memerlukan bantuan,” kata Tito.
Dalam kesempatan itu, Tito mengingatkan para praja IPDN untuk menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan di Aceh Timang sebagai ruang pembelajaran nyata ilmu pemerintahan.
