“Tadi ada Gigis, di mana kami sudah sepakat tidak ada kartu kuning maupun merah, tapi dia tetap terkena kartu kuning yang berujung kartu merah. Ini harus jadi evaluasi serius,” katanya.
Widodo juga menyoroti peran teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang kini membuat setiap pelanggaran lebih mudah terpantau.
Ia menilai pemain harus lebih disiplin dan tidak lagi mengandalkan kebiasaan lama yang cenderung permisif terhadap pelanggaran kecil.
“Sekarang kita tidak bisa seperti dulu. Ada VAR yang bisa melihat detail gerakan tambahan, meskipun tidak sengaja. Semua tetap terlihat. Jadi saya berharap ke depan pemain lebih dewasa dalam bermain,” tegasnya.
Secara taktik, Widodo menjelaskan bahwa Garudayaksa FC sebenarnya sudah menjalankan rencana permainan dengan baik di awal pertandingan. Namun, situasi berubah drastis setelah kartu merah memaksa timnya menyesuaikan strategi.
“Game plan di awal babak berjalan bagus. Tapi setelah kartu merah, kami harus mengubah strategi, dan itu hal yang normal dalam sepak bola,” jelasnya.
