Lebih lanjut, Andri juga menegaskan pentingnya memupuk talenta AI dan membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, di mana sinergi antara teknologi, infrastruktur, akses data dan kesiapan talenta menjadi kunci dalam menciptakan solusi berbasis AI yang relevan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan talenta digital yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan industri ke depan.
Pada sesi panel discussion, diskusi menghadirkan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa bersama Dosen dan Praktisi di bidang AI I Putu Agus Eka Darma Udayana selaku perwakilan dari akademisi. Diskusi ini mengupas implementasi nyata AI di industri, kesiapan talenta digital, hingga pentingnya integrasi antara riset kampus dan kebutuhan pasar agar setiap inovasi yang dihadirkan tepat sasaran dan dapat dihilirisasi secara optimal.
Pada sesi diskusi, Komang menjelaskan bagaimana Telkom telah mengimplementasikan AI secara konkret melalui berbagai solusi digital, sekaligus memperkuat kapabilitasnya melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang ditopang dengan lima pilar yang dijalankan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.
