Dengan akreditasi tersebut, lulusan prodi ini memiliki sejumlah keuntungan strategis, mulai dari kemudahan melanjutkan studi ke luar negeri, peluang transfer kredit antarnegara, hingga pengakuan kompetensi yang lebih luas di pasar kerja global.
Dekan Fikes UIN Jakarta, Prof. Zilhadia menegaskan bahwa status unconditional menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan telah memenuhi standar internasional secara menyeluruh, tanpa catatan perbaikan.
“Alhamdulillah, lima prodi kami meraih akreditasi ASIIN dengan status unconditional. Artinya, kualitasnya diakui secara langsung tanpa catatan perbaikan, dan ini menjadi pijakan penting untuk terus memperluas jejaring internasional,” ungkapnya.
ASIIN sendiri dikenal sebagai lembaga akreditasi internasional independen yang berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kesehatan. Pengakuan dari lembaga ini menjadi salah satu rujukan penting dalam menjamin kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan global.
Selain meningkatkan peluang individu lulusan, capaian ini juga berkontribusi pada penguatan posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi kesehatan dunia. Standar global yang diadopsi diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui lulusan yang lebih kompeten dan adaptif.
