“Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa,” sambung Hendarsam.
Kemudahan yang akan diberikan Ditjen Imigrasi untuk atlet yang main di Indonesia lewat tim khusus ini antara lain mereka tidak lagi perlu antre saat tiba di Bandara, kemudian ada proses pengurusan administrasi yang dipermudah melalui aplikasi.
“Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga. Dengan begitu, para atlet tidak perlu mengalami kesulitan dalam proses administrasi. Contoh paling konkret, kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya.”
“Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna (user-friendly), namun tetap memiliki fungsi pengawasan.”
