Ide ini mencuat setelah melihat rencana serupa yang dipertimbangkan Iran di Selat Hormuz.
Menurutnya, jika dikelola bersama Malaysia dan Singapura, peluang pemasukan dari jalur tersebut dinilai cukup besar.
“Iran sekarang merencanakan untuk mengenakan biaya pada kapal yang melewati Selat Hormuz. Jika kita membaginya menjadi tiga, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, nilainya bisa sangat besar. Wilayah kita yang paling luas dan terpanjang,” ungkap Purbaya. (far)
