IPOL.ID – Efektivitas suatu pembelajaran tidak hanya menekankan pada pemahaman materi, tetapi juga keterlibatan aktif dalam suasana belajar yang interaktif.
Lantas, bagaimana dampak kebijakan pemerintah terkait kembali diterapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa di tengah dinamika global saat ini? ITS pun angkat bicara.
Berdasarkan keputusan Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), PJJ akan diterapkan pada mahasiswa semester lima ke atas dan pascasarjana. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi konflik internasional yang memengaruhi pasokan BBM dan elpiji, sehingga langkah penghematan pun perlu dilakukan.
Di sisi lain, salah satu jurnal EduTIK mengungkapkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan secara langsung lebih efektif sekitar 15 persen dibandingkan PJJ. Perkembangan karakter, mental, dan kompetensi mahasiswa juga meningkat lebih signifikan saat pembelajaran tatap muka. Berdasarkan hal tersebut, rasanya tak sedikit mahasiswa yang kurang menyetujui kebijakan pemberlakuan PJJ.
