Melalui studionya, dia turut memberdayakan Ibu rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat, dan sekitarnya untuk terlibat dalam proses produksi, menjadikan setiap karyanya tidak hanya elegan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.
Terpisah, Iyonono menambahkan, melalui ‘Garis Tangan’, dirinya ingin merefleksikan sosok Ibu sebagai perempuan hebat yang mengajarkan arti berjuang dan bertahan dalam setiap fase kehidupan.
“Bagi saya, Ibu adalah madrasah pertama, seorang pendidik yang menanamkan nilai, membentuk karakter, memperkenalkan saya pada kekayaan budaya dan tradisi Indonesia sejak dini. Dari beliau, saya belajar bahwa kekuatan perempuan tak hanya terletak pada keteguhan, tapi juga pada kemampuannya untuk terus beradaptasi,” ujar Iyonono.
“Hal ini kemudian saya terjemahkan melalui eksplorasi anyaman terinspirasi dari kerajinan bambu, sebagai simbol ketahanan sekaligus fleksibilitas yang begitu lekat dengan sosok Ibu,” tambahnya.
Pun demikian, peluncuran koleksi itu semakin istimewa melalui talk show bertema ‘Tentang Ibu’, sebagai ruang refleksi untuk menelusuri kembali makna perempuan dalam kehidupan.
