IPOL.ID – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan memperketat pengawasan pangan dengan menyasar rumah-rumah produksi siomai guna mengantisipasi terhadap dugaan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan.
“Setiap bulan kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai,” ujar Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, Senin (20/4).
Langkah preventif ini diambil menyusul tingginya populasi ikan sapu-sapu yang memicu kekhawatiran ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Ikan tersebut dikenal mampu hidup di perairan tercemar dan mengonsumsi berbagai material, sehingga berisiko mengandung logam berat berbahaya seperti merkuri dan timbal.
“Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker,” sebutnya.
