Meski sosialisasi telah dilakukan, pihaknya tetap mewaspadai adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memperjualbelikan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan.
“Kami akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya mengonsumsi ikan yang terpapar ini,” ucapnya.
Masyarakat juga diminta berperan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran ikan sapu-sapu untuk konsumsi agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan,” katanya. (far)
