Konsistensi dalam menjaga kualitas baku dan Quality Control (QC) yang ketat membuat Cokelatin sukses menembus standar perhotelan bintang lima, membuktikan daya saing produk lokal yang sejajar dengan produk internasional lainnya.
Dalam menjalankan bisnis cokelat artisan ini, tantangan terbesar yang dihadapi Irene justru datang dari sisi edukasi pasar. Banyak konsumen perempuan menolak cokelat karena khawatir akan kenaikan berat badan. Irene secara konsisten mematahkan mitos tersebut melalui edukasi produk.
Perjalanan Cokelatin untuk “naik kelas” dimulai saat Irene bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta di bawah naungan BRI sejak 2018. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan pemasaran melalui jaringan agen dan reseller dari kalangan ibu rumah tangga.
Tahun 2020 menjadi ujian terberat sekaligus titik balik. “Dulu dari awal berdiri saya tuh termasuk UMKM yang kurang melek teknologi. Kita tidak go online pada saat itu, makanya kita kehajar di COVID 2020,” aku Irene jujur.
Di tengah krisis tersebut, ia memutuskan untuk bangkit kembali dengan membenahi sistem bisnisnya secara total dengan bimbingan Rumah BUMN. Mulai dari membangun website resmi, mengoptimalkan Instagram, hingga merambah platform e-commerce.
