Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN bertujuan menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha” ujarnya. (Adv/Yudha)
