Kedua korban kemudian dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Dewi mengungkapkan, perwakilan dari TNI Angkatan Laut sempat menemui pihak keluarga dan sekolah serta menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Dalam pertemuan itu, pihak kesatuan juga menyatakan siap bertanggung jawab atas proses penyembuhan korban.
“Pihak kesatuan menyampaikan akan bertanggung jawab penuh atas penyembuhan dan pemulihan korban,” ujarnya.
Namun demikian, Dewi mengaku pihak keluarga sempat diminta untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak menyebarluaskan kejadian tersebut.
Ia juga menyoroti adanya perdebatan terkait fasilitas perawatan saat anaknya hendak menjalani operasi, yang disebut sempat menyebabkan tindakan medis tertunda.
Selain itu, Dewi menyebut ada permintaan dari oknum agar peluru yang telah diangkat dari tubuh anaknya diserahkan kepada pihak kesatuan. Permintaan tersebut ditolak karena dinilai sebagai barang bukti penting.
