“Saya meminta peluru tetap berada di rumah sakit sampai masalah ini jelas,” tegasnya.
Terpisah, Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Ahmad Fauzi, menyampaikan empati atas kejadian yang menimpa kedua siswa tersebut.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa dua siswa di Gresik dan menyampaikan simpati kepada para korban,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi serta pendalaman di lokasi kejadian, sekaligus memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
“Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir. Hal ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Fauzi.
Kasus ini kini masih dalam proses pendalaman untuk memastikan asal peluru serta pihak yang bertanggung jawab. Keluarga korban berharap ada kejelasan dan keadilan atas insiden yang menyebabkan luka serius pada anak mereka tersebut.(Vinolla)
