Selain fosil fauna, tim juga menemukan artefak berupa alat batu dan tulang yang diduga digunakan manusia purba dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini memperkuat indikasi adanya kehidupan manusia purba di kawasan tersebut.
Situs Bumiayu sendiri bukanlah lokasi baru dalam dunia penelitian. Sejak 1920-an, sejumlah peneliti seperti van der Maarel dan von Koenigswald telah memperkenalkan kawasan ini sebagai lokasi penting penemuan fosil.
Secara geografis, Bumiayu berada di Zona Serayu Utara yang berbatasan dengan Zona Bogor. Kawasan ini memiliki karakter geologi unik yang terbentuk akibat proses geosinklinal di Pulau Jawa bagian utara pada Kala Plestosen Bawah, sekitar 1,8 juta tahun lalu.
Setelah mengalami pengangkatan, wilayah tersebut kemudian tertutup oleh endapan vulkanik. Pada periode sebelumnya, sekitar 2 hingga 2,4 juta tahun lalu, kawasan ini diperkirakan merupakan lingkungan perairan dangkal.
Seiring waktu, lingkungan tersebut berevolusi menjadi daratan, meninggalkan jejak kehidupan purba yang kini menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan.
