Dikatakanya, seorang guru dapat langsung berinteraksi melalui sentuhan jari maupun touch pen, termasuk melakukan navigasi seperti menekan dan menggeser tampilan di papan.
Dengan ukuran standar sekitar 213 cm x 120 cm, perangkat ini tetap menggunakan dukungan komputer atau laptop serta proyektor, sehingga tidak meninggalkan teknologi lama, melainkan menyempurnakannya menjadi lebih interaktif dan mudah digunakan.
Putri menjelaskan, pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk menjawab tantangan di dunia pendidikan, khususnya kesenjangan adaptasi teknologi di kalangan tenaga pengajar dari berbagai generasi.
“Teknologi ini hadir untuk memfasilitasi guru yang masih beradaptasi dengan digital, tanpa menghilangkan kebiasaan mengajar yang sudah ada,” jelasnya.
Selain smart board, Garuda Tri Eka juga memperkenalkan konsep pengembangan teknologi pendidikan lain seperti smart device pendukung pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan interaksi di kelas.
Ke depan, sambungnya lagi perusahaan berencana menambahkan fitur sensor gerak guna meningkatkan interaktivitas serta efektivitas pembelajaran berbasis digital.
