IPOL.ID – Di tengah proses pemulihan pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat di Aceh Timur, Direktur Aceh Humam Foundation, Adi Maros, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurut Adi Maros, saat ini berbagai isu yang beredar di media sosial sering kali berkembang tanpa adanya fakta yang valid. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat menimbulkan fitnah, memecah fokus masyarakat, serta menciptakan kegaduhan di tengah upaya pemulihan bencana yang sedang berlangsung.
“Jangan mudah membagikan informasi sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Media sosial harus menjadi ruang edukasi dan silaturahmi, bukan tempat menyebarkan hoaks maupun fitnah yang dapat mencemarkan nama baik masyarakat,” ujar Adi Maros.
Ia menilai, masyarakat Aceh Timur saat ini membutuhkan dukungan moral, solidaritas, dan perhatian bersama untuk bangkit dari dampak banjir. Karena itu, menurutnya, energi masyarakat seharusnya diarahkan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi, bukan justru larut dalam polemik informasi yang belum tentu benar.
