Adi mengatakan, fenomena penyebaran informasi tanpa verifikasi menjadi tantangan besar di era digital. Banyak akun media sosial yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi untuk menggiring opini tertentu tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan. Akibatnya, masyarakat menjadi mudah terpecah dan kehilangan fokus terhadap persoalan utama yang sedang dihadapi.
“Di tengah musibah, kita harus menjaga persatuan dan empati. Jangan sampai masyarakat terdampak banjir justru menjadi korban dari narasi liar dan fitnah yang tidak memiliki dasar jelas,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital bagi masyarakat, terutama dalam memilah informasi yang benar dan tidak benar. Menurutnya, kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak ikut terjebak dalam penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.
“Setiap informasi harus dicek sumber dan kebenarannya. Jangan karena ingin cepat membagikan berita, kita justru ikut menyebarkan fitnah yang nantinya bisa berdampak hukum,” tegas Adi.
