Saat itu, kondisi sedang hujan dan Jamiludin mengaku tengah beristirahat di dalam kamar. Sementara itu, korban bersama dua rekannya, LN dan MRS, masuk ke salah satu kamar santri lainnya. Di dalam kamar tersebut, beberapa santri lain juga turut berkumpul.
Dalam keterangannya, Jamiludin menjelaskan bahwa situasi berubah ketika salah satu anak berinisial Z keluar untuk membeli minuman ke warung. Namun saat kembali, pintu kamar dalam keadaan terkunci.
“Z kemudian menggedor pintu dengan keras. Mungkin karena panik, anak-anak di dalam kamar yang diduga sedang merokok berusaha keluar secara tiba-tiba,” jelasnya.
Setelah pintu berhasil dibuka, dua anak yakni LN dan MAA diduga keluar melalui jendela dan terjatuh dari ketinggian sekitar empat meter. Sementara satu anak lainnya memilih bersembunyi di dalam kamar.
Jamiludin menduga korban sempat berpijak di atas genting sebelum akhirnya jatuh ke bawah. Hal itu terlihat dari posisi genting yang rusak tidak tepat berada di depan jendela.
“Diduga sempat berjalan di atas genting ke arah pinggir, karena genting yang rusak posisinya tidak persis di depan jendela,” ungkapnya.
