Situasi semakin memburuk karena serangan kedua berlangsung saat tim penyelamat tengah berada di lokasi untuk mengevakuasi korban dari serangan pertama.
Data dari televisi pemerintah Iran dan kantor berita Fars mencatat total delapan orang tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Pemerintah Iran mengutuk aksi militer tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menilai serangan terhadap infrastruktur sipil tidak akan melemahkan rakyat Iran.
“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah,” tulisnya di platform X.
“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau,” imbuhnya.
Trump sebelumnya menyatakan perang antara AS-Israel dan Iran mendekati akhir. Ia bahkan mengancam akan melanjutkan serangan dalam beberapa pekan ke depan.
“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump dalam sebuah pidato. (far)
