Agustina mengakui bahwa perjalanan menuju lima pilar itu masih panjang. “Tapi momentum HUT ke-479 ini adalah awal. Kado-kado yang kami berikan adalah bibit. Kami ingin warga tidak hanya menerima, tetapi juga ikut menanam dan merawat,” katanya.
Dengan belasan kado yang menyentuh hampir semua sektor kehidupan, kota Semarang menunjukkan bahwa perayaan usia kota bisa menjadi instrumen kebijakan publik yang cerdas. Bukan sekadar pesta, melainkan penguatan fondasi untuk melangkah menuju kota yang benar-benar hebat—dalam makna yang dirasakan langsung oleh warganya. (Sol)
