Tak ketinggalan, layanan administrasi kependudukan seperti perekaman e-KTP bagi pelajar, Kartu Identitas Anak (KIA), dan e-KTP khusus bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian. Selama ini, kelompok disabilitas kerap menghadapi hambatan akses karena loket pelayanan yang tidak ramah. Pemkot berkomitmen untuk menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah dan komunitas.
Refleksi di Usia 479 Tahun
Sejarawan Universitas Diponegoro, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, dalam catatan terpisah menilai bahwa usia 479 tahun bukanlah pencapaian biasa bagi sebuah kota di Indonesia. “Semarang telah melalui masa kolonial, revolusi, orde lama, orde baru, hingga reformasi. Setiap lapisan sejarah meninggalkan jejak fisik dan sosial. Tantangannya sekarang adalah bagaimana merawat warisan itu sambil melompat ke masa depan,” ujarnya.
Visi bersih, sehat, cerdas, makmur, tangguh yang digaungkan Agustina Wilujeng, menurut Singgih, adalah jawaban atas tuntutan kota abad ke-21. “Kota tangguh tidak hanya soal infrastruktur tahan banjir, tetapi juga ketahanan sosial warganya. Itu yang lebih sulit diukur,” terang Singgih.
