Dalam prosesi pemakaman di TPU itu diiringi tangis haru, duka mendalam bagi keluarga, saudara, kerabat dekat dan teman-teman korban yang ditinggalkan.
Setelah mobil ambulans tiba di TPU Cipayung, peti jenazah Harum dibopong menuju liang lahat untuk dikebumikan.
Isak tangis keluarga tidak terbendung, dan air mata itu pun tak kuasa ditahan hingga jatuh menetes di pipi para pelayat ketika peti jenazah Harum perlahan-lahan diturunkan ke dalam liang oleh sejumlah petugas makam setempat.
Keluarga dan rekan kerja korban terpukul atas kepergian Harum yang begitu cepat ke pangkuan Allah SWT.
Ibu korban Sri Lestari menuturkan bahwa dia mendapatkan informasi adanya kejadian kecelakaan Kareta Api pada jam 22.00 WIB dari suami Harum.
“Saat itu saya sudah tidur, tapi dapat kabar lagi dari suami putrinya Harum,” kata Sri.
Kemudian, pada jam 00.05 WIB, dia mendapatkan kabar jika Harum berada di gerbong paling belakang KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan itu.
Pihak keluarga sempat kebingungan mencari kabar putrinya Harum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Tetapi tidak membuahkan hasil.
