Pusat Abdorrahman Boroumand menyatakan Bita Hemmati diduga merupakan perempuan yang muncul dalam tayangan televisi pemerintah pada Januari lalu, saat diinterogasi langsung oleh Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei.
“Perekaman dan penayangan pengakuan paksa dalam proses yang tidak transparan merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak terdakwa,” demikian pernyataan lembaga tersebut, dilansir NDTV, dikutip Sabtu (18/4).
Sejauh ini, sedikitnya tujuh orang telah dieksekusi terkait protes Januari. Aktivis menilai tindakan keras aparat dalam merespons demonstrasi telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya ditangkap.
Organisasi hak asasi manusia menuding pemerintah Iran menggunakan hukuman mati sebagai alat untuk menekan oposisi dan menimbulkan efek jera di masyarakat.
Kekhawatiran juga meningkat bahwa jumlah eksekusi akan bertambah, terutama di tengah ketegangan geopolitik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (far)
